Dua Tahun Gerak Nyata, Swasembada 8 Komoditas Pangan hingga Stok Beras Melimpah di Era Prabowo

News6 Views
banner 468x60

Jakarta, 12 Oktober 2026 – Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuktikan dua tahun gerak nyata dalam menjamin pangan seluruh masyarakat Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan tercapainya swasembada di delapan komoditas pangan.

banner 336x280

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) tentang proyeksi neraca pangan 2026, produksi kedelapan komoditas tersebut telah melampaui kebutuhan nasional, memperkuat upaya pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Delapan komoditas yang telah mencapai swasembada meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Secara keseluruhan, produksi kedelapan komoditas itu diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton, sementara kebutuhan nasional berada di angka 68,22 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus agregat sekitar 4,69 juta ton.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, capaian swasembada tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam penguatan kemandirian pangan nasional.

“Pangan kita sudah berhasil swasembada di 8 komoditas. Beras sudah penuh swasembada,” kata Zulkifli Hasan di Jakarta, ditulis Senin (12/10).

Capaian ini tercermin dari neraca produksi sejumlah komoditas strategis yang menunjukkan pasokan dalam negeri telah mampu memenuhi, bahkan melampaui, kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan, memperkuat stabilitas pasokan, serta mengantisipasi gejolak harga.

Pada komoditas jagung, misalnya, produksi diproyeksikan mencapai 18 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sebesar 16,44 juta ton. Selisih tersebut menghasilkan surplus sekitar 1,56 juta ton.

Sementara itu, produksi gula konsumsi diperkirakan mencapai 3,04 juta ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional sebesar 2,84 juta ton. Dengan surplus sekitar 207 ribu ton, produksi gula domestik juga berada di atas kebutuhan dalam negeri.

Kemandirian pasokan turut terlihat pada komoditas peternakan. Produksi daging ayam ras diproyeksikan mencapai 4,90 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 4,02 juta ton, sehingga menghasilkan surplus sekitar 876 ribu ton. Adapun produksi telur ayam ras mencapai sekitar 6,99 juta ton, dibandingkan kebutuhan sebesar 6,47 juta ton, dengan surplus sekitar 516 ribu ton.

Untuk komoditas hortikultura, produksi cabai besar diproyeksikan mencapai 1,52 juta ton, sementara kebutuhan nasional sebesar 929 ribu ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 588 ribu ton.

Cabai rawit juga mencatatkan produksi sekitar 1,51 juta ton, jauh di atas kebutuhan sebesar 914 ribu ton, atau surplus sekitar 595 ribu ton.

Adapun produksi bawang merah diperkirakan mencapai 1,32 juta ton, melampaui kebutuhan nasional sebesar 1,25 juta ton. Neraca komoditas ini mencatatkan surplus sekitar 63 ribu ton.

*Pengadaan Beras Cetak Rekor Sejarah*

Di tengah capaian swasembada pangan, sektor perberasan mencatatkan perkembangan penting melalui peningkatan pengadaan cadangan beras pemerintah oleh Perum BULOG.

Pada era pemerintahan Prabowo, realisasi pengadaan beras tersebut menembus rekor tertinggi sejak perusahaan itu berdiri.

Hingga 11 Oktober 2026, realisasi pengadaan melalui skema Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.131.492 ton setara beras. Angka itu setara dengan 103,29 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton, sekaligus menunjukkan bahwa target pengadaan telah terlampaui sebelum tahun 2026 berakhir.

Realisasi tersebut meningkat dibandingkan capaian sepanjang 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. Angkanya juga melampaui rekor pengadaan sebelumnya pada 2012, ketika BULOG berhasil menyerap sekitar 3,65 juta ton beras.

Tingginya realisasi pengadaan turut memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP). Per 11 Oktober 2026, stok CBP tercatat menembus 4,6 juta ton, memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras dan mengantisipasi kebutuhan pangan nasional.

Pengadaan beras dalam jumlah besar menjadi bagian penting dari pengelolaan pangan, terutama untuk menjaga cadangan pemerintah di tengah dinamika produksi dan konsumsi.

Dengan stok yang kuat, pemerintah memiliki instrumen untuk mendukung stabilisasi pasokan dan harga beras, sekaligus memenuhi kebutuhan intervensi pasar maupun program bantuan pangan apabila diperlukan.

Capaian swasembada di delapan komoditas dan rekor pengadaan beras tersebut menjadi dua indikator penting dalam perjalanan kebijakan pangan selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *